Tari Den Antu-Antu
Sinopsis Tari DEN ANTU-ANTU Den Antu-Antu (Jawa) berarti yang dinanti-nantikan. Karya ini mengekspresikan orang tua yang sedang menantikan anak dan cucunya pulang ketika hari raya idul fitri tiba. Persiapan penyambutan putra tercinta dilakukan dengan bersih-bersih rumah dan membuat makanan khas Jawa disaat lebaran selain kupat yaitu jenang. Ekspresi penari menggambarkan esensi orang tua yang semangat menyambut kepulangan anak tercinta, bukan kekuatan bapak yang dimakan usia. Sehingga tercipta gerak-gerak tradisi yang lebih energik, kekinian, tetapi juga kadang tak melupakan usia yang ditampilkan. Digarap dengan musik tradisional Jawa yang dipadukan dengan beberapa unsur Islami untuk membangun karya ini. Den antu-antu, Yo mung sliramu sing tak tunggu-tunggu, Nadyan pandemi sansoyo dadi bebendu, Apa dayaku mung sak derma ngarep-arep tekaning sliramu….. anaku
Tari Mepe
Tari Mepe SINOPSIS: Mepe dalam Bahasa Jawa berarti mengeringkan di bawah sinar matahari. Karya ini menceritakan anak dalam menirukan proses mepe gabah dengan berbagai adegan yang sangat dekat dengan kehidupan sesuai bayangan imajinasinya. Gerak penuh semangat, suka cita, energik, dinamik, dan juga lucu serta menggemaskan khas anak-anak membangun karya ini. Penata Tari: ZULLETRI Penata Musik: FAJAR CHOTHIET Penata Busana: SWATIKA DINAR Penata Rias: MUTIARA DIFA Penari: NADIA, NAJWA, NABILA Kamera: ZULLETRI Editor: ZULLETRI Suported By: Korwilcambidik Kutoarjo; SDN Semawung Kembaran; Sanggar Seni Swastika.